Aku rindu padamu
Aku rindu kehangatan yang kau berikan
Aku rindu dipelukmu
Aku rindu diberikan sebongkah rasa percaya diri
Aku rindu kata-kata cintamu
Aku rindu peraturanmu
Aku rindu wajahmu
Aku rindu matamu
Aku rindu cintamu....
Mengapa tuhan biarkan kita berpisah
Apa memang sudah waktunya untuk berpisah?
Aku masih percaya bahwa kita akan bersama lagi
Mengapa tuhan biarkan aku melakukan kebodohan malam itu?
Mengapa tuhan biarkan kita mengucapkan kesempatan terakhir?
Mengapa tuhan membiarkan kita menyudahi semuanya?
Tuhan sayang kepadaku dan kepadamu
Ia ingin kita belajar bagaimana rasanya kehilangan
Kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam hidupku
Kau
Tuhan biarkan kau masuk
Biarkan aku mencintaimu begitu dalam
Biarkan aku menjadi si buta
Yang tidak perduli lagi dengan yang lain selain dengan mu
Yang tidak bisa lagi melihat yang lain selain melihatmu
Yang tidak bisa lagi jatuh cinta terhadap yang lain kecuali terhadapmu
Dan tuhan biarkan aku menjadi si tuli
Yang tidak bisa mendengar kata cinta dari orang lain selain dirimu
Tidak bisa mendengar suara merdu yang lainnya selain suaramu
Tidak bisa menuruti perkataan yang lain kecuali perkataanmu
cinta
Aku ingin selamanya menjadi si buta dan tuli
Jika itu berarti aku akan terus bersamamu
Aku ingin menjadi orang yang bukan diriku
Jika itu berarti aku akan terus disampingmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang tidak pernah aku kenal
Jika itu berarti bersamamu selamanya
cinta
Aku senang
Dikala kita berpisah
Aku sudah mengirimkan mu puisi yang tak pernah berani ku kirim
Aku sudah jujur kepadamu bagaimana perasaanku
Dan kau memberiku petuah yang tak bisa yang lain berikan
Aku dan kamu adalah pintu yang saat ini sedang dikunci dan tidak bisa dibuka
Aku ingin memelukmu erat
Menangis bersandar di dadamu
Karena aku hanya lemah ketika bersamamu
Aku ingin merasakan terbang ketika aku dan kamu masih ke2 pasangan sejoli
Namun kali ini kita punya hidup masing masing
Cinta
Tulisan ini kupersembahkan untukmu
Agar kau tau
Betapa aku merindumu
Aku mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar