Aku bosan
hadapi hidupku ini
Bagaikan
ombak dalam lautan
Aku sudah
tidak mampu lagi menghadapinya
Ombak yang
datang semakin besar
Semakin menusuk
hati ku karena ombak itu adalah dirimu
Ya, dirimu
Orang yang
selalu kucintai sepenuh hati
Yang tidak
pernah hilang dari diriku sepenuhnya
Yang meninggalkan
basah di pinggir pantai
Yang meninggalkan
setitik kenangan indah dan sakit dalam satu waktu
Saat aku
merasa ia adalah senderan yang baik dalam hidupku
Ia membuat
ku sakit lagi
Kenapa sangat
sulit memercayai ombak?
Kenapa terasa
sakit ketika kita mulai memercayai ombak sebagai suatu hiburan kita
Sebagai suatu
pelepas penat
Ia malah
menyakitiku lagi dan lagi
Aku tidak
mengerti apa yang sebenarnya indah dari mencintainya
Apa yang
sebenarnya kuperjuangkan selama tahun belakangan ini
Aku bahkan
tidak bisa memahami apa makna dirinya untuk diriku
Kenapa tuhan
harus memberiku secercah perasaan khawatir saat ia tidak baik – baik saja
Apakah kami
berjodoh?
Ataukah hanya
aku yang mencintai nya begitu dalam?
Ataukah ini
hanya pengecoh ku saja? Yang sudah berhasil pergi menjauh dari pinggir pantai
Aku tidak
tahu sampai detik ini
Mengapa engkau
mendekat
Dan mengapa
engkau menjauh
Di poin mana
yang memberi mu petunjuk bahwa kita berjodoh?
Buat saja
ombak yang lebih besar lagi!
Aku sudah
terbiasa tersakiti akan ombak yang kau ciptakan untuku
Telan saja
aku kedalam laut!
Jika kau
masih belum puas juga menyiksa hati ku yang sakit
Apakah kau
hanya sebatas embun?
Embun yang
akan jatuh pada waktunya
Embun yang
tidak punya kekuatan kecuali daun untuk menopangnya
Apakah aku
daun itu?
Ataukah dia
daunnya?
Kau yang
bisa menentukan sendiri
Tapi sayang
Kau tidak
akan pernah menentukannya sendiri
Kau terlalu
menyayangi dirimu sendiri
Sehingga kau
tidak dapat memilih
Melainkan membiarkan
kami menjadi pilihan ketika kau jatuh
Bagiku cinta
hanyalah sebuah khayal
Ketika kamu
menjadi pemeran utamanya
Bersamaku.




