Senin, 10 November 2014

khayal

Aku bosan hadapi hidupku ini
Bagaikan ombak dalam lautan
Aku sudah tidak mampu lagi menghadapinya
Ombak yang datang semakin besar
Semakin menusuk hati ku karena ombak itu adalah dirimu

Ya, dirimu
Orang yang selalu kucintai sepenuh hati
Yang tidak pernah hilang dari diriku sepenuhnya
Yang meninggalkan basah di pinggir pantai
Yang meninggalkan setitik kenangan indah dan sakit dalam satu waktu

Saat aku merasa ia adalah senderan yang baik dalam hidupku
Ia membuat ku sakit lagi
Kenapa sangat sulit memercayai ombak?
Kenapa terasa sakit ketika kita mulai memercayai ombak sebagai suatu hiburan kita
Sebagai suatu pelepas penat
Ia malah menyakitiku lagi dan lagi

Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya indah dari mencintainya
Apa yang sebenarnya kuperjuangkan selama tahun belakangan ini
Aku bahkan tidak bisa memahami apa makna dirinya untuk diriku

Kenapa tuhan harus memberiku secercah perasaan khawatir saat ia tidak baik – baik saja
Apakah kami berjodoh?
Ataukah hanya aku yang mencintai nya begitu dalam?
Ataukah ini hanya pengecoh ku saja? Yang sudah berhasil pergi menjauh dari pinggir pantai

Aku tidak tahu sampai detik ini
Mengapa engkau mendekat
Dan mengapa engkau menjauh
Di poin mana yang memberi mu petunjuk bahwa kita berjodoh?
Buat saja ombak yang lebih besar lagi!
Aku sudah terbiasa tersakiti akan ombak yang kau ciptakan untuku
Telan saja aku kedalam laut!
Jika kau masih belum puas juga menyiksa hati ku yang sakit

Apakah kau hanya sebatas embun?
Embun yang akan jatuh pada waktunya
Embun yang tidak punya kekuatan kecuali daun untuk menopangnya
Apakah aku daun itu?
Ataukah dia daunnya?
Kau yang bisa menentukan sendiri

Tapi sayang
Kau tidak akan pernah menentukannya sendiri
Kau terlalu menyayangi dirimu sendiri
Sehingga kau tidak dapat memilih
Melainkan membiarkan kami menjadi pilihan ketika kau jatuh

Bagiku cinta hanyalah sebuah khayal
Ketika kamu menjadi pemeran utamanya

Bersamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar