Minggu, 11 Agustus 2013

kenangan

Cinta bagaikan sebuah jam pasir
Menurutku cinta itu unik
Sebal dan tidak mau berbicara ketika kita rindu padanya namun ia mengabaikan
Kesal namun sebongkah rasa rindu di hati tidak dapat terobati juga

Aku pernah begitu jatuh terpuruk dalam suatu kenangan
Aku pernah tidak bisa tidur dan hanya menangis berhari hari
Nasipun sudah tidak ada rasanya lagi di mulutku
Setiap kunyahan yang kurasakan hanyalah tusukan sakit dalam dadaku
Itu terjadi sekitar setahun beberapa bulan yang lalu

Membuat suatu keputusan memang tidak pernah mudah
Aku tidak pernah memaafkan diriku sendiri saat aku yang harus mengambil keputusan
Dan kali ini aku begitu tenang layaknya air
Musim berubah
Orang orang berubah
Tapi perasaan? tidak pernah berubah

Aku memandangi segala bentuk kenangan kami
Memandangi segala kenangan indah yang tersimpan didalam barang barang kecil itu
Aku terdiam teringat senyumnya, wajahnya, matanya, hidungnya
Semua tentangnya
Begitu tenang ketika kufikirkan

Semua tentangnya
Mengiris hatiku
Namun menyembuhkannya juga dalam waktu bersamaan

Sebuah janji malam itu yang membuat ku terikat akan masa lalu
Yang membuatku hanya dapat berjalan ditempat
Namun aku tidak akan mengeluhkan apapun

Suatu kenangan akan tetap menjadi kenangan
Dan cinta akan tetap dan selamanya menjadi cinta

Tanpa ku sadari, janji malam itu begitu mengikat
Dan jika memang ini takdirnya tuhan
Aku akan terus mengikuti kemana angin akan mengarahkan diriku
Kemana seharusnya aku berada
Jika memang dengannya
Maka aku akan terus begini sampai waktunya tiba

kaktus yang mekar

Pada kenyataannya kaktus yang begitu tajam akan menghasilkan sebuah bunga
Yang akan mekar pada waktunya
Dengan indah bunga itu berada pada badan kaktus yang sangat tajam
Namun mereka berdua terlihat begitu serasi layaknya pasangan sejoli

Apakah mereka adalah salah satu perumpamaan dari kita?
Dari semua lika liku kehidupan yang kini kita jalani?
Namun siapa kaktus nya dan siapa bunganya?
Apakah aku bunganya?

Nampaknya dalam kisah ini engkau bunganya
Aku adalah kaktusnya
Dalam cerita ini kau yang begitu menderita
Kau tak pantas menderita karena ku

Seharusnya aku saja yang menjadi bunga dan merasakan betapa tajamnya duri duri itu
Seharusnya bukan kamu yang terluka
Seharusnya aku saja yang terluka...

Maaf karena membawamu kedalam perih yang belum pernah kau rasakan sebelumnya
Maaf karena aku tak henti mengucap maaf
Namun hal yang perlu kau sadari adalah
Kau tidak sendiri
Aku disini

Untuk saat ini
Dan nanti
Bahkan jika tuhan meridhai, untuk selamanya


Salam,
Kaktus

Sabtu, 10 Agustus 2013

Kembali

Mungkin untuk beberapa orang ini terdengar aneh
Mungkin ini akan terdengar seperti aku adalah keledai
Yang tidak pernah bosan masuk kedalam lubang yang sama
Namun lubang dihatiku benar benar terobati dengan ini
Lubang dihatiku yang sangat dalam benar benar terisi kembali

Ia seperti candu untuk diriku

Tapi apakah segalanya akan sama kembali seperti dulu?
Aku tidak pernah tau rencana tuhan
Namun jika memang ia yang terbaik yang tuhan berikan kepadaku
aku akan mensyukurinya
Namun jika bukan ia
Aku tetap akan menyukurinya

Cinta bukanlah mengenai ia yang berada terus disisimu
Cinta tidaklah harus saling memiliki
Pernahkah dongeng mengatakan "and then they live happily together" ?
Tidak
Karena kita bisa hidup bahagia tidak harus dengan orang yang kita cintai

Terkadang dicintai itu lebih baik daripada mencintai
Namun mengapa begitu sakit ketika saling mencintai namun tidak bisa bersama?
Tidak
Kita hanya belum menyadarinya

Bahwa cinta

Adalah sebuah emosi dan cinta terlahir dari hati
Ia akan terus ada di hati
Walaupun tidak berada disisimu
Ia akan terus menjadi ia yang kamu cintai
Tidak akan pernah bisa berubah
TJika memang kamu mencintainya sepenuh hati

Aku tidak pernah berharap melupakan nya
Ataupun menghapus segala memori tentangnya
Sehingga saat ia kembali saat ini, aku terbingung dalam sepi
"apa yang harus aku lakukan?"
Aku mencintainya, namun aku juga mencintai diriku sendiri
Keadaan tidak bisa dirubah
Kita yang harus beradaptasi dengan kondisi yang ada
Tuhan jawab lah segala keraguanku......